Pangdam IM Hadiri Pencanangan Program Tanam Padi Tiga Kali Setahun

Oleh

Aceh Besar-Panglima Kodam Iskandar Muda Mayjen TNI Teguh Arief Indratmoko menghadiri acara pencanangan program tanam padi tiga kali setahun di Indrapuri, Aceh Besar, Selasa (23/4/2019).

Program yang diselenggarakan oleh Pemerintah Aceh melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh mencanangkan program peningkatan indeks pertanaman (IP) padi di sawah dari rata-rata 1,6 kali menjadi tiga kali setahun atau yang lebih dikenal dengan IP-300. Kecamatan Indrapuri dan Kuta Malaka, Aceh Besar, akan menjadi daerah percontohan (pilot project) untuk Aceh.

Pencanangan kegiatan yang merupakan terobosan baru yang dilakukan Distanbun Aceh itu ditandai dengan penanaman perdana cluster padi IP-300 di Desa Lam Ilie Mesjid, Kecamatan Indrapuri dengan luas areal percontohan mencapai 500 hektare dengan melibatkan 1.876 kepala keluarga (KK) petani yang berdomisili di daerah tersebut.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Kadistanbun) Aceh, A Hanan SP MM, kepada Serambi, kemarin, menjelaskan, dipilihnya Kecamatan Indrapuri dan Kuta Malaka sebagai lokasi percontohan cluster padi IP-300 karena kawasan itu merupakan daerah irigasi dengan sumber air yang selalu tersedia, sudah mencapai IP-200, dan sudah menerapkan mekanisasi mulai dari pengolahan tanah sampai dengan panen.

Menurutnya, penanaman di lokasi percontohan cluster IP-300 dilaksanakan pada tiga musim tanam (MT) yaitu IP 100 (MT 1) yang sudah berlangsung pada 15 Desember 2018-10 April 2019, IP 200 (MT 2) pada 15 April-10 Agustus 2019, dan IP 300 (MT 3) yang akan dilaksanakan pada 15 Agustus-10 Desember mendatang.

Agar program itu terlaksana dengan sukses, A Hanan juga membuat komitmen dengan warga setempat agar tidak melepaskan ternak ke sawah atau dikenal dengan istilah luah blang. Komitmen itu dimaksudkan untuk mengurangi risiko kerusakan tanaman dan selain itu juga untuk meminimalisir risiko petani mengikuti program Asuransi Usahatani Padi (AUTP).

Dalam program ini, petani membayar premi Rp 36.000 per hektare dan jika terjadi kegagalan akan mendapat ganti rugi Rp 6 juta per hektare.

Kadistanbun Aceh juga petani wilayah ini akan dapat meningkatkan produksi padi, mengelola sawah secara berkelanjutan, serta menerapkan teknologi dan mekanisasi yang sinergis mulai dari hulu sampai hilir. Sehingga bisa menghasilkan beras premium yang akhirnya meningkatkan kesejahteraan petani.

Dalam program itu, tambah A Hanan, Distanbun akan memberi dukungan berupa sarana produksi (benih, pupuk urea, NPK dan pestisida), pengolahan tanah secara gratis untuk areal 500 hektare, penggunaan mekanisasi mulai dari penanaman sampai dengan penggilingan padi, pengendalian OPT dan bantuan alat pengolah pupuk organik dua unit, sapi 10 ekor, dua unit kandang, dan kendaraan roda tiga sebanyak dua unit.

“Kami berharap dukungan penuh dari Dinas Sumber Daya Air, Balai Pengairan, dan Pemkab Aceh Besar untuk merealisasikan program ini. Sehingga ke depan akan ditularkan kepada kabupaten lain yang juga merupakan daerah potensi padi di Aceh. Program ini juga didukung oleh Pangdam Iskandar Muda sebagai bagian dari upaya meningkatkan produksi padi jagung dan kedelai atau lebih dikenal dengan pajale,” Tutup Kadistanbun Aceh, A Hanan SP MM.

Turut hadir Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah, Staf Ahli Bidang Infrasutruktur Menteri Pertanian Dedi Nursyamsi, Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud, Bupati Aceh Besar Mawardi Ali, Kepala BNN Aceh Brigjen Pol Drs Faisal Abdul Naser, M.H., Kadistanbun Aceh A. Hanan, SP., M.M., Dandim 0101/BS Kolonel Inf Hasandi Lubis, Ketua DPRK Aceh Besar Sulaiman, S.E., Kapolres Aceh Besar AKBP Ayi Satria Yuddha, S.I.K., M.Si., Kepala/koordinator Balai Penyuluh Pertanian (BPP) se-Aceh sebanyak 273 orang, seluruh penyuluh Aceh Besar serta tamu undangan lainnya termasuk petani yang terlibat.

Komentar

Loading...