Breaking News

Pataka

31. Tunggul Batalyon Infanteri 113/Jaya Sakti.

Tunggul merupakan bendera lambang satuan Batalyon Infanteri 113/JS yang menjadi tanda tegaknya satuan di dalam kehidupan pertahanan bangsa Indonesia, dan menjadi ciri khas dengan satuan militer lainnya.

a. Bentuk dan gambar Tunggul.

Tunggul kesatuan Batalyon Infanteri 113/JS berbentuk empat persegi panjang dengan ukuran 60 x 90 Cm, terbuat dari kain beludru berwarna hijau tua, dengan ketiga tepinya berumbai-rumbai benang sutera berwarna kuning selebar 7 Cm dan mempunyai makna yang sakral serta sangat dalam bagi jiwa-jiwa para prajuritnya yang menumbuhkan semangat , dedikasi, kejuangan dalam membela bangsa dan negara Indonesia. Pada sebelah muka kiri dilukiskan lambang kesatuan Batalyon Infanteri 113/Jaya Sakti dengan susunan gambar sebagai berikut :

1) Badak Hitam bercula satu dengan garis pinggir warna putih. Melambangkan daya kekuatan, ketahanan dan kemampuan Batalyon Infanteri 113/JS dalam menjalankan tugas.

2) Daun Pakis berjumlah dua helai merupakan rangkaian dengan warna kuning. Melambangkan kesanggupan hidup didalam keadaan medan dan cuaca yang bagaimanapun bentuknya sesuai dengan tugas-tugas Infanteri.

3) BIntang dengan warna kuning berada diatas antara kedua ujung daun pakis. Melambangkan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan keluhuran budi pekerti sesuai dengan kepribadian TNI.

4) Pita Hijau dengan garis dipinggir pita berwarna kuning didalamnya bertuliskan semboyan JAYA SAKTI dengan warna huruf merah darah. Mempunyai makna persatuan mengikat erat seluruh anggota Batalyon Infanteri 113/Jaya Sakti didalam kesatuan dan persatuan untuk mewujudkan cita – cita yang luhur. Semboyan JAYA SAKTI yang dapat diartikan sebagai berikut :

a) JAYA = Menang.
Kemenangan karena ulet, tahan uji dan selalu berhasil menunaikan tugas yang telah diberikan.
Keberhasilan, kebahagiaan lahir dan bathin sebagai hasil perjuangan yang gigih dan usaha yang baik. Tidak pernah merasa sombong dan takabur atas kesuksesan yang diperoleh serta tidak pernah absen didalam melaksanakan tugas.

b) SAKTI = Unggul.
Kekuatan luar biasa, kemampuan yang sifatnya ghaib yang disebabkan dengan oleh kodrat dan iradat dari yang Maha Esa karena usaha tirakat yang tekun dan ulet.
Kehebatan, Keungulan yang gigih untuk menjadi super melebihi kekuatan yang normal merupakan kemampuan prajurit yang diperoleh dengan belajar, latihan yang keras dan bersungguh-sungguh.
JAYA SAKTI = Kemenangan yang diraih karena kemampuan yang unggul.

5) Tali, Seutas tali hiasan berjumbai pada kedua ujungnya dengan warna kuning bersulam benang emas melambangkan keagungan, kehormatan dan keberhasilan. Dalam adat Aceh warna kuning melambangkan emas, kekayaan dan keberhasilan.

6) Pada sebelah muka kanan dilukiskan lambang kesatuan Kodam Iskandar Muda.

2

b. Kepala Tunggul. Bentuk kepala tiang tunggul dibuat dari bahan logam kuningan berwarna keemasan, terdiri dari tiga bagian sebagai berikut :

1) Bintang segi lima dipuncaknya melambangkan Angkatan Darat yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan mempunyai cita-cita yang agung dalam menjaga integritas kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

2) Tangan menggenggam tonggak, melambangkan keteguhan jiwa yang sesuai dengan prinsip prajurit TNI yang memegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan 8 Wajib TNI.

3) Cerana / Bokor bertutup berbentuk bulat berukir sebagai landasan mempunyai makna menurut adat istiadat sebagian besar bangsa Indonesia, khususnya Aceh. Ceran, Bokor, cawan atau kuan adalah suatu benda yang terhormat, dan cerana biasa diperuntukkan untuk menempatkan sirih serta kelengkapannya dan kegunaannya adalah untuk dihidangkan kepada tamu yang dihormati. Penyuguhan cerana lengkap dengan segala isinya adalah suatu pernyataan yang tulus iklas bahwa pihak tuan rumah dengan senang hati telah bersedia menerima tamunya. Bagi kesatuan Batalyon Infanteri 113/Jaya Sakti adalah suatu perlambangan bahwa kita selalu menerima dengan senang hati sesuatu cara penyelesaian menuju kerukunan dan perdamaian.

c. Tiang Tunggul berbentuk bulat panjang dibuat dari kayu pohon angsana sepanjang 250 Cm, garis tengah pada pangkal 4 Cm dan pada ujungnya 3 Cm. Berwarna coklat tua dengan ruas sambung kuning emas ditengahnya.

d. Landasan. Landasan kedudukan tunggul dibuat dari kayu berukir berkaki tiga berwarna coklat. Mempunyai makna bahwasanya Batalyon Infanteri 113/Jaya Sakti dalam setiap bentuk perjuangannya selalu berdasarkan pada tiga prinsip yaitu keperwiraan, kesatria dan kejujuran. Serta terdiri dari tiga komponen yaitu Perwira, Bintara dan Tamtama yang erat bekerjasama menyokong kejayaan satuan.