![]()
Lhoksukon – Upaya pencegahan penyebaran penyakit Difteri, Brigif 25/Siwah, memberikan vaksinasi kepada prajurit di jajarannya. Pemberian vaksin dengan cara suntik ini merupakan salah satu cara pencegahan penyakit yang menyerang pernafasan tersebut.
Sebab, difteri bisa menyebabkan masalah pernapasan, kelumpuhan, gagal jantung hingga berujung kematian. Pemberian suntikan atau vaksin kepada prajurit Brigif 25/Siwah bertempatnya di Posyandu Mabrigif, Rabu (09/05/2018).
Komandan Brigade Infanteri (Danbrigif) 25/Siwah Kolonel Inf Asep Sukarna menyampaikan, pemberian vaksin kepada prajurit dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Lhoksukon yang bekerjasama dengan tim Kesehatan Brigif 25/Siwah. Selain diberikan kepada seluruh prajurit, vaksin juga diberikan kepada istri dan anak prajurit TNI.
Lanjutnya, pemberian vaksin tersebut bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman konfrehensif kepada seluruh prajurit dan keluarga, yakni tentang bahaya dari penyakit difteri.
Sebelum dilakukan pemberian vaksin, tim Dinas Kesehatan Kota Lhoksukon Dr.Cut Lisa memberikan penyuluhan tentang bahaya penyakit difteri. Jadi pemberian vaksin untuk mencegah penyebaran penyakit difteri.
“Pemberian vaksin sebagai upaya pencegahan resiko penyakit difteri yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium Diptheae. Penyebarannya melalui kontak fisik atau pernapasan. Gejala awal diantaranya, radang tenggorokan, hilang nafsu makan dan demam ringan selama 2 sampai 3 hari. Disertai timbulnya selaput kebiru-biruan pada tenggorokan dan tonsil,” terang dr.Cut Lisa.




