Abdya- Abainya kesadaran masyarakat untuk patuh terhadap protokol kesehatan salah satunya disiplin masker, menjadi keprihatinan bagi TNI Polri dan Pemerintah. Betapa tidak, Ratusan bahkan Ribuan masker telah dibagikan secara gratis ke seluruh wilayah. Bahkan dalam setiap hari secara intens para Babinsa dan Bhabinkamtibmas terus mengkampanyekan disiplin protokol kesehatan sebagaimana tertuang dalam Inpres No 6 tahun 2020.
Berangkat dari dasar itu, dengan didasari ikhlas dan tanggung jawab, secara humanis dalam Komsosnya Babinsa himbau warga agar patuh memakai masker. Hal ini sebagaimana dilakukan oleh Serma Hanif anggota Babinsa dari Koramil 02/Kuala Batee Kodim 0110/Abdya.
Bertempat di Desa Kota Bahagia Kecamatan Kuala Batee, Serma Hanif dalam kegiatan Komsosnya secara humanis menyampaikan, bahwa virus corona tidak boleh dianggap sepele. Sudah banyak contoh dan kejadian meninggal dunia akibat dari virus tersebut.
“Kita hanya mengingatkan saja. Karena saya pribadi dan keluarga belum siap dijemput maut karena virus corona. Sebagai upaya selamat, caranya dengan memakai masker,” jelas Hanif secara humanis pada warga, Sabtu (5/9/2020).
Sementara itu salah satu warga yang enggan menyebutkan namanya menuturkan dirinya merasa bingung ada edaran kabar yang menyatakan corona itu tidak ada. Terlebih dia melihat orang semakin banyak tidak memakai masker.
“Saya tahu itu kabar hoak. Menyesatkan. Cuman karena saya lihat yang lain pun banyak yang tidak pakai masker, saya pun jadi ikut-ikutan,” ungkap warga.
Menanggapi hal tersebut Serma Hanif menghimbau warga agar tidak terprovokasi berita hoak sebelum ada klarifikasi resmi dari pemerintah.
“Jika ingin pandemi ini berakhir kita semua harus sama-sama kompak, patuhi protokol kesehatan. Itu saja kuncinya. Kita lihat berita di TV negara-negara ada yang sudah menyatakan bebas/berakhir dari corona. Kita juga bisa, caranya kembali kepada kesadaran kita,” jelas Serma Hanif.
Hingga berita ini diturunkan Serma Hanif masih melakukan kegiatan Komunikasi Sosial di wilayah binaan, mengkampanyekan disiplin memakai masker dengan dialog yang humanis dan merakyat.




