Babinsa Kodim 0108/Agara Sambangi Dan Motivasi Pengrajin Anyaman Tikar

 

Kutacane  – Babinsa Posramil Lawe Bulan Koptu Suharyanto jajaran Kodim 0108/Agara, sambangi dan memotivasi pengrajin anyam tikar di Desa Telaga Mekar kecamatan Lawe Bulan Kabupaten Aceh Tenggara, (23/10/23).

Koptu Suharyanto menyampaikan Kegiatan ini bertujuan untuk mendongkrak usaha rakyat dari tingkat kecil dan menengah sehingga kemakmuran warga yang ada di wilayah binaanya dapat terwujud, tidak hanya memberikan motivasi saja pada warga, tetapi sekaligus menjalin tali silaturahmi antara TNI AD dengan masyarakat, sangat penting dilaksanakan kegiatan anjangsana melalui Komunikasi Sosial (komsos) untuk mengetahui situasi keadaan wilayah, baik dari segi geografi, gemografi dan kondisi sosial (Geo Demo dan Komsos) hingga wilayah terkecil yakni desa.,ujarnya

Kerajinan membuat tikar dari bahan baku daun pandan berduri, tidak segampang yang kita lihat seperti membalikkan telapak tangan dalam proses pembuatannya.tetapi dibutuhkan keuletan dan kreatifitas agar hasilnya dapat lebih menarik minat pembeli, proses membuat tikar ini mulai dari membersihkan dan membuang duri pada daun pandan, dipotong-potong sesuai keinginan yang nantinya akan dianyam.

Potongan-potongan daun pandan tersebut kita rebus hingga 45 menit, agar getah pada daun menghilang dan membuat warna daun tersebut menjadi putih, proses selanjutnya adalah merendam dalam bejana berisi air selama satu malam, daun pandan dijemur pada terik matahari, sampai warna pada daun pandan berubah menjadi putih warna dasar, setelah itu daun pandanpun siap diolah kembali untuk memberikan berbagai warna yang kita sukai, hingga daun pandan pun siap untuk dianyam menjadi tikar,tas,bantal kursi,alas kursi dan dompet pungkasnya.

Sementara itu, ibu Rosmina pengerajin,tikar pandan mengucapkan terima kasih kepada Babinsa yang ikut terjun langsung serta membantu masyarakat.semoga kebaikan Bapak TNI dapat dibalas oleh yang Maha Kuasa.
harapan dari pengrajin, agar pemerintah dapat melirik dan membantu hasil buatan pengerajin tradisional tikar, dalam proses pendistribusian baik didalam daerah maupun keluar Provinsi Aceh”, ujarnya.