PIDIE JAYA — Komandan Yonif TP 857/GG, Letnan Kolonel Inf Hervin Rahadian Jannat, S.H., beserta Staf Batalyon turun langsung ke lapangan dalam rangka mengendalikan Operasi Perbantuan Satgas Penanggulangan Pasca Bencana Alam Banjir di wilayah Kab. Pidie, Kab. Pidie Jaya dan Kab. Aceh Tamiang sebagai wujud komitmen TNI Angkatan Darat dalam mendukung upaya Pemerintah dalam rangka pemulihan pasca bencana banjir Sumatera khususnya Prov. Aceh, Jumat (26/12/2025).
Dalam pelaksanaan operasi tersebut, Yonif TP 857/GG mengerahkan Personel secara terukur dan proporsional, dengan dislokasi 93 Personel di Kab. Pidie dan 112 Personel di Kab. Pidie Jaya diperbantukan di bawah Satkowil Kodim 0102/Pidie, sedangkan 150 Personel di Kab. Aceh Tamiang di bawah Satkowil Kodim 0117/Aceh Tamiang. Seluruh Personel digelar pada sektor-sektor prioritas sesuai tingkat kerusakan dan kebutuhan di lapangan, dengan Posko Utama Operasi Yonif TP 857/GG dipusatkan di Lapangan Kantor Bupati Pidie Jaya guna mempermudah pengendalian dan koordinasi di semua sektor Kabupaten.
Khusus di Kab. Pidie dan Pidie Jaya, Personel Yonif TP 857/GG difokuskan pada kegiatan pembersihan lumpur pasca banjir serta material sisa banjir di berbagai fasilitas umum, antara lain sekolah, masjid dan pesantren serta dukungan terhadap kelancaran pendistribusian bantuan kepada masyarakat yang dilaksanakan secara terpadu bersama unsur kewilayahan dalam hal ini Kodim 0102/Pidie dan masyarakat setempat.
Sementara itu, Kab. Aceh Tamiang salah satu Kabupaten terparah yang terdampak bencana alam banjir, Personel Yonif TP 857/GG melaksanakan kegiatan seperti di Kab. Pidie dan Pidie Jaya namun ada perbantuan lainnya meliputi pembersihan lingkungan seperti puing kayu-kayu, pembangunan prasarana sementara, serta pengamanan wilayah terdampak. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib dan lancar meskipun dihadapkan pada kondisi medan dan cuaca yang dinamis.
Melalui pengendalian langsung di lapangan, operasi perbantuan Satgas Bencana ini diharapkan kegiatan operasi dapat berjalan dengan efektif, mampu mempercepat proses pemulihan wilayah yang terdampak, meringankan beban masyarakat serta meningkatkan kesiapsiagaan dan kepedulian TNI AD, khususnya Kodam Iskandar Muda dalam setiap penanganan situasi darurat.




