Pidie Jaya — Upaya percepatan pemulihan pasca bencana banjir dan longsor di Kabupaten Pidie Jaya terus dilakukan secara intensif. Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) turut ambil peran aktif dengan mengerahkan dua unit armada pemadam kebakaran serta personel dan alat berat untuk membersihkan fasilitas umum dan permukiman warga terdampak, Kamis (15/01/2025).
Dua unit mobil pemadam kebakaran milik TNI AD tersebut kini telah dioperasionalkan oleh Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal) TNI. Armada ini difokuskan untuk mempercepat proses pembersihan lumpur, sampah, dan material sisa banjir di sejumlah titik vital, termasuk sekolah, fasilitas kesehatan, dan permukiman masyarakat.
Komandan Kodim (Dandim) 0102/Pidie, Letkol Inf Abdul Hadi, S.Sos., mengatakan bahwa keterlibatan TNI dalam penanggulangan bencana merupakan bentuk komitmen untuk membantu pemerintah daerah dan masyarakat dalam masa tanggap darurat hingga pemulihan.
“Selain mengerahkan personel, TNI juga menurunkan alat berat dan armada pendukung guna mempercepat pemulihan wilayah terdampak. Seluruh kekuatan ini berada di bawah kendali Kodam Iskandar Muda melalui Satgas Gulbencal TNI,” ujarnya.
Ia merinci, personel yang terlibat berasal dari berbagai satuan, di antaranya Kodim 0102/Pidie, Yon Armed 17/RC, Yonif TP 857/GG, Yonif TP 836/BY , Zidam Iskandar Muda, serta Zipur 16/DA.
Menurut Letkol Inf Abdul Hadi, tambahan dua unit mobil pemadam kebakaran dari TNI AD sangat membantu proses pembersihan, khususnya di fasilitas umum yang terdampak cukup parah. Saat ini, armada tersebut tengah beroperasi di MTsN 2 Meureudu, Polindes Blang Cut, dan MIN 2 Meurah Dua.
“Dengan dukungan armada ini, pembersihan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif, sehingga aktivitas masyarakat bisa segera kembali normal,” tambahnya.
Dampak positif kehadiran TNI dirasakan langsung oleh masyarakat. Guru MTsN 2 Meureudu, Tri Hartuti, M.Pd., mengaku bersyukur dan menyampaikan apresiasi atas upaya maksimal yang dilakukan TNI.
“Kami sangat berterima kasih. Berkat bantuan TNI, lingkungan sekolah kini sudah bersih dan anak-anak dapat kembali belajar dengan nyaman,” ungkapnya.
Ia juga menilai, kehadiran TNI di tengah masyarakat tidak hanya memberikan bantuan fisik, tetapi juga menghadirkan semangat dan harapan baru bagi warga yang terdampak bencana.
“Di tengah kondisi sulit, kehadiran TNI menjadi penyemangat bagi kami untuk bangkit dan menata kembali kehidupan pasca musibah,” katanya.
Hingga saat ini, proses pembersihan dan pemulihan di Kabupaten Pidie Jaya masih terus berlangsung. Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan semua komponen masyarakat diharapkan mampu mempercepat pemulihan serta meminimalkan dampak lanjutan dari bencana yang terjadi.




