Aceh Tamiang – Semangat gotong royong kembali ditunjukkan melalui kolaborasi antara prajurit Kodam Iskandar Muda dari satuan Kodim 0117/Aceh Tamiang, Brigif 25/Siwah, Tim Vertical Rescue Indonesia, serta masyarakat setempat dalam pembangunan Jembatan Gantung Perintis yang menghubungkan Desa Lubuk Sidup, Kecamatan Sekerak, dengan Desa Aras Sembilan, Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang. Hingga Jumat (23/1/2026), progres pembangunan jembatan tersebut telah mencapai 49,55 persen.
Pembangunan jembatan perintis ini merupakan bagian dari upaya pemulihan infrastruktur yang sebelumnya terputus akibat bencana alam banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sebagian wilayah Provinsi Aceh beberapa waktu lalu. Terputusnya akses penghubung antar desa tersebut sempat menghambat aktivitas masyarakat, terutama dalam hal transportasi, distribusi hasil pertanian, serta mobilitas anak-anak menuju sekolah dan warga menuju fasilitas kesehatan. Oleh karena itu, kehadiran jembatan gantung ini menjadi solusi vital bagi masyarakat dua desa yang selama ini mengalami keterbatasan akses, khususnya saat musim hujan ketika debit air sungai meningkat dan jalur penyeberangan tradisional tidak dapat digunakan.
Jembatan perintis yang dibangun memiliki panjang sekitar 250 meter, menjadikannya salah satu jembatan gantung penghubung antar desa yang cukup panjang di wilayah Kabupaten Aceh Tamiang. Konstruksi jembatan ini dirancang untuk dapat dilalui pejalan kaki dan kendaraan roda dua, sehingga sangat membantu aktivitas harian masyarakat yang sebelumnya harus memutar jauh melalui jalur alternatif atau menyeberang sungai dengan risiko keselamatan yang tinggi. Dengan spesifikasi tersebut, jembatan ini diharapkan mampu menjadi urat nadi penghubung ekonomi dan sosial bagi warga Desa Lubuk Sidup dan Desa Aras Sembilan.
Pada kegiatan perbantuan progres pembangunan yang dilaksanakan hari ini, prajurit Kodam Iskandar Muda bersama masyarakat dan Tim Vertical Rescue Indonesia melanjutkan sejumlah pekerjaan penting di lapangan. Adapun kegiatan yang dilaksanakan meliputi melanjutkan pemasangan tembokan gapura di titik B sebagai penopang utama jembatan, melanjutkan pemasangan sling wire rawean yang berfungsi sebagai penyangga dan pengikat konstruksi jembatan, serta melaksanakan pengecoran tanjakan landaian di titik A dan titik B guna memperkuat akses naik dan turun menuju jembatan.
Selain itu, tim gabungan juga melaksanakan pengelasan besi tulangan papan pijakan yang akan menjadi dasar lantai jembatan gantung. Proses pengelasan ini membutuhkan ketelitian, kehati-hatian, dan koordinasi yang baik antarpersonel, mengingat konstruksi jembatan gantung sangat bergantung pada kekuatan rangka, sling wire, serta kualitas sambungan antar komponen agar jembatan nantinya aman digunakan oleh masyarakat.
Sebelumnya, sejumlah tahapan pekerjaan juga telah dilaksanakan secara bertahap, di antaranya penimbunan gapura di titik A dan titik B, pemasangan tembokan gapura di kedua titik tersebut, pengeboran besi palangan sebagai rangka utama, pengecatan besi palangan untuk mencegah korosi dan memperpanjang usia pakai konstruksi, serta pembentangan sling pijakan. Seluruh rangkaian kegiatan ini merupakan bagian dari upaya terencana untuk memastikan jembatan dibangun secara kokoh, aman, dan berkelanjutan, meskipun dihadapkan pada kondisi medan yang cukup menantang.
Komandan Kodim 0117/Aceh Tamiang Letkol Arm Raden Subhi Fitra Jaya, S.Sos, M.M. menyampaikan bahwa pembangunan Jembatan Gantung Perintis ini merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam membantu percepatan pembangunan di daerah. Ia menegaskan bahwa TNI tidak hanya hadir dalam tugas pertahanan negara, tetapi juga berperan aktif dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat, khususnya pada wilayah-wilayah yang masih memiliki keterbatasan infrastruktur akibat dampak bencana alam.
“Jembatan ini sangat penting bagi masyarakat Desa Lubuk Sidup dan Desa Aras Sembilan. Dengan adanya akses penghubung yang lebih layak, diharapkan roda perekonomian warga dapat bergerak lebih cepat, anak-anak lebih mudah menuju sekolah, dan masyarakat tidak lagi kesulitan saat membutuhkan akses ke layanan kesehatan. Ini adalah bentuk kepedulian TNI terhadap kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Masyarakat setempat pun menyambut baik pembangunan jembatan tersebut dan turut berpartisipasi aktif dalam setiap tahapan pekerjaan. Mereka bergotong royong bersama prajurit TNI, mulai dari pengangkutan material, pengerjaan konstruksi ringan, hingga membantu penyediaan konsumsi bagi para pekerja di lapangan. Kebersamaan ini mencerminkan kuatnya semangat persatuan, solidaritas, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat Aceh Tamiang dalam menghadapi dampak bencana.
Dengan progres yang telah mencapai hampir setengah dari total pekerjaan, diharapkan pembangunan Jembatan Gantung Perintis Lubuk Sidup–Aras Sembilan dapat segera rampung dalam waktu dekat. Ke depan, TNI AD melalui Kodam Iskandar Muda bersama pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat akan terus bersinergi untuk menyelesaikan pembangunan ini hingga tuntas, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan secara penuh oleh masyarakat di kedua desa tersebut dan menjadi simbol kebangkitan pascabencana di wilayah Kabupaten Aceh Tamiang.




