Aceh Utara – Personel TNI dari satuan Batalyon Zeni Tempur 3/Yudha Wyoghra (Yonzipur 3/YW) yang dibantu personel Kodim 0103/Aceh Utara berhasil merampungkan pembangunan jembatan Bailey di Dusun Pante Kumbang, Desa Teupin Rusep, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, Selasa (17/2/2026). Pembangunan jembatan tersebut menjadi solusi cepat dalam memulihkan akses transportasi warga yang sempat terputus akibat bencana alam banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah itu beberapa waktu lalu.
Jembatan yang sebelumnya menjadi jalur utama masyarakat mengalami kerusakan parah hingga tidak dapat dilalui, sehingga aktivitas warga, termasuk akses ekonomi, pendidikan, dan layanan sosial, terganggu. Melihat kondisi tersebut, TNI melalui Yonzipur 3/YW bergerak cepat melaksanakan pembangunan jembatan Bailey sebagai upaya tanggap darurat sekaligus pemulihan infrastruktur vital masyarakat.
Acara peresmian jembatan Bailey berlangsung khidmat dan penuh rasa syukur. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Pabung Kodim 0103/Aceh Utara, Danramil 19/Sawang beserta Babinsa Desa Teupin Rusep, personel Yonzipur 3/YW, Kabid PU PR Aceh Utara, anggota DPRK Aceh Utara, Geuchik Teupin Rusep, Sekretaris Desa, Kepala Dusun Pante Kumbang, Teungku Imum Dusun Pante Kumbang, serta tokoh masyarakat dan warga setempat.
Sebagai bentuk rasa syukur atas selesainya pembangunan jembatan, rangkaian kegiatan peresmian diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh Teungku Imum Dusun Pante Kumbang, Tgk Sabri. Prosesi dilanjutkan dengan tradisi adat Aceh berupa peusijuek sebagai simbol harapan agar jembatan tersebut membawa manfaat, keselamatan, dan keberkahan bagi seluruh masyarakat.
Jembatan Bailey tersebut memiliki panjang sekitar 30 meter atau terdiri dari 10 petak. Material jembatan berasal dari Kementerian Pertahanan dengan sistem modular luar negeri tahun 2026. Pengerjaan pembangunan melibatkan 25 personel Yonzipur 3/YW yang didukung personel Kodim 0103/Aceh Utara hingga mencapai progres 100 persen.
Keberadaan jembatan ini memiliki peranan penting karena menjadi penghubung utama antara Desa Teupin Rusep dengan wilayah Kutamakmur. Dengan berfungsinya kembali jembatan tersebut, aktivitas masyarakat yang sebelumnya terhambat kini kembali berjalan lancar, termasuk distribusi hasil pertanian dan mobilitas warga sehari-hari.
Kepala Desa Teupin Rusep dalam keterangannya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh pihak, khususnya TNI, yang telah bekerja keras dan cepat dalam membangun kembali akses yang sangat dibutuhkan masyarakat. Ia mengungkapkan bahwa pembangunan jembatan Bailey ini memberikan dampak besar bagi pemulihan aktivitas sosial dan perekonomian warga.
Ia juga menuturkan bahwa selama akses jembatan terputus, warga mengalami kesulitan dalam beraktivitas, sehingga kehadiran jembatan baru ini menjadi harapan baru bagi masyarakat setempat. Menurutnya, sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat merupakan contoh nyata semangat gotong royong dalam menghadapi dampak bencana.
Beliau berharap jembatan yang telah dibangun dapat dijaga dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh masyarakat, serta menjadi sarana penghubung yang aman dan bermanfaat dalam jangka panjang demi kemajuan wilayah Desa Teupin Rusep dan sekitarnya.
Pembangunan jembatan Bailey ini sekaligus menunjukkan komitmen TNI dalam mendukung percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana serta membantu kesulitan masyarakat melalui karya nyata di lapangan. Semangat kebersamaan antara aparat dan warga diharapkan terus terjaga demi terciptanya ketahanan wilayah dan kesejahteraan masyarakat.




