Masuk bulan suci Ramadhan, TNI kebut Pembangunan Jembatan Bailey Desa Karang Rejo, Bener Meriah

Bener Meriah – Pasca Bencana Alam yang melumpuhkan urat nadi transportasi masyarakat, Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal) bekerja keras untuk segera merampungkan Jembatan Bailey di ruas Jalur Dua Pacuan Kuda, Desa Karang Rejo, pada Rabu (18/02/2026). Percepatan infrastruktur ini menjadi prioritas utama untuk memulihkan mobilitas warga di Kecamatan Bukit, Bener Meriah.

 

Pembangunan jembatan tersebut dilakukan untuk menggantikan akses penghubung yang sebelumnya terputus akibat bencana alam, sehingga mobilitas warga yang sempat terganggu dapat kembali normal. Jalur ini merupakan akses vital yang menghubungkan masyarakat menuju pusat perekonomian, fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, serta lahan pertanian dan perkebunan warga.

 

Komandan Kodim 0119/Bener Meriah, Letkol Inf Ahmad Fauzi, menyampaikan bahwa proses pengerjaan jembatan Bailey terus dikebut oleh personel Satgas Gulbencal yang terdiri dari prajurit Yonzikon 13/Karya Etmaka, Yonzipur 9/Lang-Lang Bhuana, Denzipur 3/Agni Tirta Dharma, serta personel Kodim 0119/Bener Meriah.

 

Menurutnya, percepatan pembangunan dilakukan agar akses transportasi masyarakat dapat segera pulih dan dimanfaatkan kembali.

 

“Pengerjaan jembatan Bailey ini terus kami percepat. Meskipun bertepatan dengan Hari Meugang, yang merupakan momentum penting bagi umat Islam di Aceh untuk berkumpul bersama keluarga, para personel tetap menunjukkan dedikasi dan tanggung jawabnya di lapangan demi kepentingan masyarakat,” ujar Dandim.

 

Ia menegaskan bahwa sebagai prajurit TNI, tugas kemanusiaan merupakan prioritas utama yang harus dilaksanakan secara profesional dan penuh tanggung jawab. Semangat pengabdian tersebut tetap terjaga, meskipun para personel harus mengorbankan waktu bersama keluarga pada hari yang memiliki nilai historis dan religius bagi masyarakat Aceh.

 

“Kami memahami betul pentingnya Hari Meugang bagi seluruh personel. Akan tetapi demi mempercepat pemulihan akses transportasi masyarakat, khususnya di Desa Karang Rejo, kami tetap bekerja maksimal agar jembatan ini segera dapat difungsikan dan dimanfaatkan oleh masyarakat,” tambahnya.

 

Pembangunan jembatan Bailey ini diharapkan mampu memperlancar kembali mobilitas warga, terutama dalam mendukung aktivitas ekonomi, distribusi hasil pertanian dan perkebunan, kegiatan pendidikan, serta akses pelayanan kesehatan. Dengan tersambungnya kembali jalur tersebut, roda perekonomian masyarakat di Kabupaten Bener Meriah diharapkan segera bangkit dan stabil.

 

Lebih lanjut, Dandim berharap proses pembangunan dapat segera rampung sesuai target yang telah ditetapkan, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat luas.

 

“Kami berharap, dengan semangat kebersamaan dan pengabdian seluruh personel di lapangan, pembangunan jembatan Bailey di Desa Karang Rejo dapat segera selesai dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya di Kabupaten Bener Meriah,” tandasnya.

 

Sementara itu, salah seorang warga Desa Karang Rejo, Ibu Maryam (45), mengaku sangat bersyukur atas kerja keras para personel TNI yang tetap bertugas meskipun bertepatan dengan Hari Meugang.

 

“Kami sangat berterima kasih kepada bapak-bapak TNI yang tetap bekerja di hari Meugang. Biasanya hari itu kami berkumpul bersama keluarga, tetapi mereka justru tetap di lapangan demi kami. Jembatan ini sangat penting karena menjadi akses utama kami untuk ke pasar, sekolah, dan ke kebun. Semoga pembangunan cepat selesai dan menjadi amal kebaikan bagi mereka,” ungkapnya penuh haru.

 

Pembangunan jembatan Bailey tersebut menjadi wujud nyata komitmen TNI dalam membantu pemerintah daerah mempercepat pemulihan pascabencana, sekaligus memastikan keamanan, kenyamanan, dan kelancaran aktivitas masyarakat tetap terjaga.