ACEH TENGAH – Personel Satuan Tugas Penanggulangan Bencana (Satgas Gulbencal) kembali melanjutkan pembersihan material banjir dan tanah longsor yang menutup badan jalan penghubung Kampung Telege Atu, Kecamatan Kebayakan, menuju Kampung Ratawali, Kecamatan Kute Panang, Kabupaten Aceh Tengah, Senin (17/2/2026).
Kegiatan pembersihan difokuskan di Dusun Tajuran, kawasan Redines, Kampung Telege Atu, yang sebelumnya terdampak bencana banjir disertai longsor. Material berupa tanah bercampur lumpur dan bebatuan sepanjang kurang lebih 150 meter dengan ketebalan sekitar satu meter menutup badan jalan dan menghambat mobilitas masyarakat antar-kampung.
Koordinator Lapangan Satgas Gulbencal, Pelda Muhadisin, dalam laporan tertulisnya menyampaikan bahwa kegiatan dimulai sejak pukul 09.00 WIB. Sebanyak delapan personel diterjunkan untuk melakukan pembersihan secara manual menggunakan cangkul, sekop, dan gerobak dorong.
“Pekerjaan dilaksanakan secara gotong royong dengan tetap mengedepankan faktor keselamatan personel. Hingga pukul 12.30 WIB, pembersihan telah mencapai sekitar 120 meter atau 80 persen dari total titik terdampak,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa meskipun cuaca sempat diguyur gerimis ringan, proses pembersihan tetap berjalan lancar tanpa kendala berarti. Personel bekerja secara bergantian untuk mempercepat proses pengangkutan material longsor dari badan jalan ke sisi yang lebih aman.
Jalan Telege Atu–Ratawali diketahui merupakan akses vital yang menghubungkan dua kecamatan, yakni Kebayakan dan Kute Panang. Jalur ini tidak hanya dimanfaatkan warga untuk aktivitas harian seperti bekerja dan bersekolah, tetapi juga menjadi jalur distribusi hasil pertanian serta kebutuhan pokok masyarakat.
Akibat tertutupnya akses tersebut, aktivitas warga sempat terganggu. Beberapa warga terpaksa memutar melalui jalur alternatif dengan jarak tempuh yang lebih jauh dan kondisi jalan yang terbatas. Oleh karena itu, percepatan penanganan menjadi prioritas agar roda perekonomian dan aktivitas sosial masyarakat dapat kembali berjalan normal.
Satgas Gulbencal menegaskan komitmennya untuk menuntaskan sisa pembersihan secepat mungkin, dengan tetap memperhatikan kondisi cuaca dan potensi longsor susulan. Koordinasi dengan aparat kampung dan unsur terkait juga terus dilakukan guna memastikan keamanan lokasi serta kesiapsiagaan apabila terjadi kondisi darurat lanjutan.
Selama kegiatan berlangsung, situasi dilaporkan aman dan terkendali. Dokumentasi kegiatan turut dilampirkan dalam laporan resmi kepada komando atas sebagai bentuk pertanggungjawaban dan evaluasi pelaksanaan tugas di lapangan.
Salah seorang warga Kampung Telege Atu, Ibu Marni (52), menyampaikan apresiasi atas kerja cepat Satgas Gulbencal dalam membuka kembali akses jalan tersebut.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan Satgas. Jalan ini sangat penting bagi kami untuk ke pasar, mengantar anak sekolah, dan membawa hasil kebun. Semoga segera selesai 100 persen supaya aktivitas kami kembali normal,” ujarnya.
Ia berharap ke depan ada langkah antisipatif seperti penguatan tebing atau saluran air yang lebih baik agar kejadian serupa dapat diminimalkan, terutama saat musim hujan tiba.
Dengan progres yang telah mencapai 80 persen, masyarakat berharap dalam waktu dekat jalur penghubung Telege Atu–Ratawali dapat sepenuhnya kembali digunakan secara normal dan aman.




