Air Sempat Surut, Kembali Naik. TNI Dan BPBD Reaksi Cepat Evakuasi Anak-anak Serta Warga Rentan Di Trumon Tengah

ACEH SELATAN, Sabtu (31/10/2026) – Banjir kembali mengancam permukiman warga di Kecamatan Trumon Tengah, Kabupaten Aceh Selatan. Air yang sebelumnya sempat surut di Desa Cot Bayu kini kembali naik dan mulai menggenangi sejumlah rumah warga.

 

Kondisi tersebut membuat personel TNI bersama BPBD dan unsur terkait meningkatkan kesiapsiagaan. Petugas bergerak di lapangan untuk memantau perkembangan air sekaligus membantu proses evakuasi, dengan anak-anak, lanjut usia, dan warga rentan menjadi prioritas utama.

 

Koordinator Penanggulangan Darurat Bencana (PDB), Kapten Inf Ali Sadikin, mengatakan kondisi banjir di Desa Cot Bayu masih sangat dinamis.

 

“Di Desa Cot Bayu sebelumnya air sempat surut dan kondisi mulai membaik. Namun saat ini air kembali naik. Karena itu, kami bersama Polri, BPBD dan seluruh unsur terkait terus memantau perkembangan di lapangan dan memastikan warga tetap aman,” ujar Kapten Inf Ali Sadikin.

 

Menurut Pasiops Kodim 0107/Aceh Selatan ini, situasi tersebut harus diantisipasi karena debit air dapat berubah dalam waktu singkat. Petugas pun tidak ingin menunggu hingga kondisi semakin parah sebelum melakukan langkah penyelamatan.

 

“Prioritas kami adalah keselamatan masyarakat, terutama anak-anak, lansia dan warga yang rentan. Kami tidak ingin menunggu sampai kondisi semakin memburuk. Jika air terus naik, warga akan segera kami evakuasi ke tempat yang lebih aman,” tegasnya.

 

Di Desa Cot Bayu, air menggenangi akses jalan menuju desa sepanjang kurang lebih 500 meter dengan ketinggian mencapai 20 hingga 60 sentimeter. Genangan juga merendam sekitar 30 rumah yang dihuni 30 KK atau 120 jiwa, dengan ketinggian air di depan rumah warga mencapai sekitar 45 sentimeter.

 

Sebanyak 6 KK atau 37 jiwa telah mengungsi ke TPA Desa Cot Bayu maupun ke rumah sanak saudara yang berada di lokasi lebih aman.

 

Sementara di Desa Lhok Raya, air masih menggenangi akses jalan sepanjang kurang lebih 200 meter dengan ketinggian mencapai 15 hingga 60 sentimeter. Sebanyak 31 rumah yang dihuni 31 KK atau 109 jiwa terdampak banjir dengan ketinggian air mencapai sekitar 60 sentimeter.

 

Seluruh warga Lhok Raya tersebut telah mengungsi ke tenda pengungsian Kompi 2 Brimob Pelopor 7 di Kecamatan Trumon Tengah.

 

Di tengah kondisi tersebut, personel TNI dan BPBD terus bergerak membantu warga menuju tempat yang lebih aman. Anak-anak dan warga yang membutuhkan bantuan khusus menjadi perhatian utama dalam proses evakuasi.

 

Kapten Inf Ali Sadikin kembali mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap kondisi surut sebagai tanda bahwa ancaman telah berakhir.

 

“Situasi banjir bisa berubah dengan cepat. Air yang sebelumnya surut dapat kembali naik. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak panik, tetapi tetap waspada. Jangan memaksakan diri bertahan di rumah apabila kondisi sudah tidak memungkinkan. Ikuti arahan petugas dan segera menuju lokasi pengungsian yang telah disiapkan,” ungkapnya.

 

Sementara itu, kondisi di Desa Padang Harapan dilaporkan telah membaik. Air sudah surut dan tidak terdapat warga yang mengungsi. Namun, pemantauan tetap dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan kembali naiknya debit air.

 

Banjir di wilayah Trumon Tengah diduga dipicu tingginya curah hujan di wilayah Aceh Tenggara yang menyebabkan meluapnya aliran Sungai Gelombang dan berdampak terhadap desa-desa yang berada di sekitar bantaran sungai.

 

Personel TNI, BPBD dan unsur terkait terus berada di lapangan. Pemantauan, pendataan, evakuasi, serta imbauan kepada masyarakat dilakukan secara berkelanjutan.