
Kutacane – Untuk menjamin tersedianya stok pangan khususnya di wilayah Aceh tenggara, Dandim 0108/Agara Letkol Kav Joni Hariadi, S.E,M.T.opsla bekerja sama dengan Sub Drive Bulog Kab. Agara melaksanakana kegiatan Serapan Gabah Petani (Sergap) jenis varietas padi Cherang bertempat di Desa Biak Muli Baru Kecamatan Bambel Kabupaten Aceh Tengara, Senin (12/03).
Kegiatan tersebut dihadiri lebih dari 30 orang diantaranya Kepala Sub Drive Bulog Kab. Agara Hamdani dan 2 orang anggota, Pasi Ter Kodim 0108/Agara Kapten Inf Aspudin, Danramil 02/Bambel Kapten Inf Bustami dan Satgas Anggota Sergap Kodim 0108/Agara.
Rombongan Dandim 0108/Agara bersama Kepala Sub Drive Bulog Agara berangkat menuju lokasi Serap Gabah ke kilang padi UD. Rahmad milik Supardi (52). Dengan hasil survey Sergap kali ini mencapai 10 ton gabah kering yang akan dipasok di Bulog Kab. Agara, dengan harga gabah mencapai Rp 5.200,-/kg, gabah kering giling Rp 8.760,-/kg serta dilanjutkan dengan penyerahan uang sebesar Rp 99,142,250.00, kepada para petani yang menjualkan gabahnya kepada Bulog.
Saat dikonfirmasi Dandim 0108/Agara mengatakan, kegiatan Sergap ini dilakukan untuk menguatkan kesadaran para petani dan berbagai pihak lainnya tentang pentingnya menjamin serapan beras Bulog dari para petani serta bertujuan agar stok beras di wilayah Aceh Tenggara menjadi stabil.
“Yang mana ketahanan pangan merupakan salah satu kondisi yang sangat menentukan bagi stabilitas kondisi wilayah saat ini karena apabila ketahanan pangan tidak pada kondisi yang baik maka sudah bisa dipastikan akan berpengaruh besar pada stabilitas ketahanan-ketahanan yang lainnya,” pungkasnya.
Ditempat terpisah, Kepala Bulog Kab. Agara mengatakan bahwa Bulog akan selalu berupaya untuk melakukan sosialisasi Sergap agar para petani di wilayah Kabupaten Aceh Tenggara dapat mendukung dan bekerjasama dengan pemerintah dalam program mewujudkan Ketahanan Pangan Nasional.
“Kegiatan ini sangatlah penting dalam rangka peningkatan hasil pertanian dan penyerapan gabah, serta beras di daerah. Untuk itulah, pelibatan semua pihak seperti Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Agara, Gudang Bulog, PPL, Babinsa, Gapoktan, pengusaha penggilingan padi serta mitra Bulog lainnya agar bisa mendukung program pemerintah dengan cara mengajak para petani untuk kesediaannya menjual hasil panen padinya ke Gudang Bulog, dan tentunya dengan harga yang sesuai dengan ketentuan,” terangnya.




