Dalam sambutannya Pasi Intel menjelaskan, bahwa kondisi di belahan dunia saat ini sangat genting, dihadapkan dengan adanya teror seperti Isis dan aksi Bom bunuh diri lainnya, hal ini sangat berpengaruh dengan Kondisi pertahan dan keamanan di dalam negeri, sehingga perlu diantisipasi sejak dini, agar tersebut tidak masuk ke wilayah ini.
” Kami harapkan dengan adanya kegiatan ini dapat menambah wawasan kita, agar kita dapat mengantisipasi pengaruh buruk yang sewaktu-waktu bisa terjadi, untuk itu saya mengajak kepada seluruh elemen masyarakat khususnya Alim Ulama, pimpinan pesantren untuk bersama-sama kita tingkatkan kepedulian kita, sehingga pengaruh radikal ini tidak masuk ke wilayah kita” Ujar Pasi Intel.
Sementara itu, Kapolsek Aceh Besar AKBP Drs. Heru Suprihasto, SH menerangkan bahwa saat ini isu sara telah menciptakan kegaduhan yang bertujuan untuk menciptakan situasi rumit di suatu negara, sehingga akan menimbulkan masalah yang serius terhadap keamanan negara tersebut, hal ini terjadi karena tidak adanya kekompakan yang ada dari seluruh aparatur pemerintahan dan juga kepada setiap elemen masyarakat.
“Untuk itu, Mari kita saling perpegangan tangan secara erat untuk sama-sama menjaga kedamaian serta keamanan di Provinsi Aceh khususnya di Kabupaten Aceh Besar, agar situasi di wilayah kita tetap stabil dan aman,” Kata Kapolres Aceh Besar.
“Kami mengharapkan kepada seluruh pimpinan Dayah untuk memilah dan memilih serta memperhatikan calon santri yang akan bergabung di dayah masing-masing serta menanyakan maksud dan tujuan calon santri tersebut mendaftarkan diri, untuk mengantisipasi adanya penyebaran radikalisme dan juga faham terorisme di pesantren/dayah yang ada di wilayah Kabupaten Aceh Besar,” katanya.
Hadir dalam acara tersebut Bupati Aceh Besar diwakili oleh Ketua MAA Aceh Besar, Tgk. M. Ali Yunus, Pimpinan Dayah Nurul Fata Seulimuem, Tgk. H. Husaini A. Wahab (Wakil Bupati Aceh Besar Terpilih), Ustad Zulfikri, S.Hi Camat Ingin Jaya, Para Alim Ulama dan Cedekiawan Kabupaten Aceh Besar.
