Dalam sambutannya Gubernur Aceh menyampaikan, persegeran posisi dalam sistem kepemimpinan TNI tentu merupakan hal yang lazim terjadi sebagaimana halnya terjadi pula di lembaga lain.
Lanjutnya, pergeseran ini penting sebagai upaya untuk mendayagunakan kemampuan SDM, memberi pengalaman baru serta menumbuh kembangkan suasana segar dan kegairahan kerja. Karena itu semua pergeseran jabatan selalu punya tujuan sama, yaitu untuk meningkatkan kinerja demi perkembangan organisasi maupun karier personel yang bersangkutan.
Gubernur menyebutkan bahwa kinerja Lanud Sultan Iskandar Muda sangat baik dalam mendukung operasional penerbangan khususnya yang berhubungan dengan pengamanan wilayah dan dukungan penerbangan dalam rangka operasi kemanusiaan baik nasional maupun internasional, tentunya hal ini tidak terlepas dari dukungan, kerja sama dan soliditas TNI/Polri dan Pemerintahan Provinsi Aceh.
Ia juga mengatakan, permohonan maaf apabila selama melaksanakan tugas dan jabatan terdapat kesalahan yang dilakukan. “ Saya juga meminta dukungan doa agar ditempat tugas yang baru nanti akan semakin sukses,” paparnya.
Selain dihadiri Kasdam, acara pisah sambut Danlanud turut dihadiri, Kapendam IM, Kainfolatahdam IM, Wagub Aceh, Sekda Aceh, Kajati Aceh serta unsur Forkopimda Aceh, para pejabat Pemerintah dan pejabat TNI/Polri, pimpinan PT. Angkasa Pura II selaku pengelola Bandara Sultan Iskandar Muda.
