Amanat Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri Mayjen TNI Surawahadi, S.I.P., M.Si., yang dibacakan oleh Danrindam IM Kolonel Inf Niko Fahrizal, M.Tr (Han)., mengatakan dengan disahkannya penggunaan Baret Infanter, menuntut para prajurit sekalian untuk senantiasa meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kemampuan fisik dengan didukung semangat juang, jiwa korsa serta kebanggaan yang tinggi terhadap kecabangan Infanteri sebagai bekal pengabdian kepada bangsa dan negara tercinta.
“Baret dan Brevet Infanteri adalah lambang kehormatan bagi prajurit Infanteri”. Tegas Danpussenif.
Prajurit infanteri mempunyai semboyan ”Yuddhawastu Pramukha” yang mengandung arti sebagai pelaksana pertempuran terdepan dan menjadi penentu kemenangan dalam pertempuran di darat. Terang Danpussenif.
Diakhir amanatnya, Danpussenif Kodilklatad Mayjen TNI Surawahadi, S.I.P., M.Si.,berpesan kepada seluruh prajurit Infanteri untuk terus memedomani Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan Delapan Wajib TNI dalam melaksakan tugas dan menjaga serta menegakkan panji kehormatan prajurit “Yuddhawastu Pramukha”.
Sebagai prajurit TNI, disiplin adalah nafasmu dan kehormatan adalah segala-galanya, pelihara kesegaran jiwa dan kesegaran jasmanimu, tingkatkan kemampuan dan keterampilanmu, jaga dan tingkatkan kebersamaan dan jiwa korsa prajurit infanteri serta senantiasa komitmen berbuat terbaik, berani, tulus dan ikhlas dilandasi oleh disiplin, loyalitas dan kehormatan.
Turut hadir dalam upacara Penutupan Latihan Yuddha Wastu Pramuka dan Tradisi Pembaretan Siswa Bintara Kecabangan Infantri TA. 2018, para Kabag Rindam IM, para Dansatdik Rindam IM, Katimgumil Rindam IM dan para Kadep Rindam IM serta Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang IX Rindam IM PD Iskadar Muda Ny. Niko Fahrizal beserta pengurus, Forkompimda, para tokoh masyarakat, tokoh agama serta orang tua dari Siswa.
