Hal tersebut dikatakan Pangdam IM saat melakukan komunikasi sosial (Komsos) dengan aparat pemerintah dan tokoh masyarakat se-Kota Banda Aceh di kediaman Pangdam IM, Jum’at (29/6/2018).
Menurut jenderal bintang dua ini, Aceh saat ini sudah mengalami banyak kemajuan, baik dari sisi politik, ekonomi, sosial budaya dan keamanan.
Pangdam IM juga menyatakan stabilitas wilayah yang kondusif merupakan modal utama untuk membangun suatu daerah.
“Untuk itu, sehingga perlu adanya upaya dan partisipasi seluruh aparat pemerintah secara aktif,” sebut Pangdam IM.
Sambung Pangdam IM, damai, nyaman, aman dan sejahtera di bumi serambi mekah ini, tentunya tidak terlepas dari peran seluruh aparat pemerintah bersama TNI, karena aparat pemerintah mempunyai peran dan fungsi dalam mensejahterakan masyarakat, begitu juga dengan TNI disamping fungsinya dalam menjaga keamanan juga memiliki peran dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Hal ini dapat terwujud apabila aparat pemerintah dan TNI bersinergi dan memiliki pandangan dan tujuan yang sama dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat Aceh,” paparnya.
Derasnya arus informasi yang memuat nilai-nilai yang tidak sesuai dengan budaya bangsa, dapat menerpa ke dalam kehidupan masyarakat, Pangdam berpesan kepada aparat pemerintah dan tokoh masyarakat harus mampu mengambil manfaat yang positif dari kemajuan informasi, sehingga siap mengikuti gerak dan dinamika perubahan dengan daya saring serta daya tangkal yang tinggi.
“Sekarang ini kita harus hati-hati dengan banyaknya berita hoak yang beredar di masyarakat melalui media sosial, untuk itu saya mengajak aparat pemerintah dan TNI agar kita harus bijak dan benar dalam menggunakan media sosial dan tetap waspada serta harus selalu mengkroscek kebenaran dari setiap informasi yang kita terima agar tidak salah persepsi dalam berpikir, berbuat dan bertindak,” ajak Pangdam IM.
“Hal ini harus mendapatkan perhatian serius dari kita bersama untuk mengantisipasi dan mencegah berbagai kemungkinan timbulnya hal-hal negatif yang dapat mengganggu stabilitas wilayah kita, dengan selalu melaksanakan koordinasi secara terpadu dan sinergis,” sambung Pangdam IM.
Pangdam IM juga berharap kepada seluruh aparat pemerintah baik dari tingkat atas sampai kebawah, harus mampu bertindak sebagai filter untuk mencegah dan menangkal paham-paham radikalisme dan terorisme yang berkembang di lingkungan masyarakat.
“Artinya, segenap aparatur pemerintah diharapkan dapat menetralisir dengan cepat dan tepat kegiatan yang bersifat provokatif, yang meresahkan masyarakat dengan melaksanakan deteksi dini dan cegah dini serta selalu berkoordinasi dengan aparat keamanan guna terpeliharanya stabilitas keamanan dan keutuhan negara,” pesan Pangdam.
Diketahui bersama, bahwa tiga daerah di Aceh telah melaksanakan Pilkada serentak tahun 2018 untuk memilih Bupati dan Wali Kota kemarin. Ketiga daerah tersebut adalah Aceh Selatan, Subulussalam dan Pidie Jaya.
Pangdam IM meyakinkan bahwa Masyarakat telah memilih calon-calon pemimpin daerahnya yang memiliki visi dan misi untuk membangun masyarakat Aceh ke arah yang semakin sejahtera.
Menghadapi Pileg dan Pilpres tahun 2019 yang nantinya juga akan digelar secara serentak, Pangdam IM menyatakan, bahwa TNI tetap akan mempertahankan Netralitas TNI yang telah menjadi komitmen TNI
” Saya tegaskan, kita (TNI) tetap mempertahankan netralitas TNI, dengan cara tidak terlibat atau melibatkan diri dalam kegiatan politik praktis, serta tidak menggunakan fasilitas TNI dalam kegiatan pemilu,” tutup Pangdam IM dalam sambutannya.
Hadir Walikota Banda Aceh Aminullah Usman, S.E., M.Si. Ak., Kasdam IM Brigjen TNI Achmad Daniel Chardin, S.E., Irdam Kolonel Czi Firman Dahlan, S.I.P., para Pa Ahli, Para Asisten, Para tokoh agama, para tokoh adat, para keucik, Para dewan guru dan hadirin undangan.
