Dihadapan 6000 mahasiswa baru tersebut Pangdam IM menyampaikan, tentang pengalaman sejarah perjalanan kehidupan bangsa yang besar.
Menurut Pangdam, pengalaman sejarah ini sangat penting untuk membangun persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sejarah juga membuktikan bahwa bangsa kita sungguh sulit dikuasai bangsa lain. Sebagai contoh, pada abad 18-19 penjajahan Belanda,bahwa Belanda tidak mampu menduduki Aceh karena ketangguhan para pemuda masa itu.
“ Untuk itu disinilah dituntut kemampuan anak-anak negeri, tak terkecuali para mahasiswa dan mahasiswi untuk segeralah menyiapkan diri menjadi nakhoda, yang akan melayarkan bahtera indonesia pada kehidupan bangsa untuk menjadi lebih baik,” papar Mayjen TNI Teguh Arief Indratmoko.
Lanjut Pangdam, keunggulan lain yang kita miliki adalah kekayaan sosial budaya dengan keaneka ragaman 1128 suku bangsa, ragam budaya, dan 746 bahasa daerah dan diperkaya dengan adat istiadat yang hidup dalam masyarakat lokal.
Dalam kesempatan tersebut Pangdam juga mengajak kepada seluruh mahasiswa dan siswi agar selalu tetap waspada dalam menghadapi situasi yang berkembang saat ini, terutama peredaran narkoba dan Radikalisme, jika masalah ini dibiarkan dan berkembang negara kita bisa hancur.
“ Dengan terbentuk karakter yang kuat, maka secara otomatis akan tertanam patriotisme dalam diri masing-masing, sehingga bangsa indonesia, akan selalu mendapatkan kemenangan didalam panggung kompetisi antar bangsa,” tutup Pangdam IM Mayjen TNI Teguh Arief Indratmoko.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, .Kapok Sah ahli Pangdam IM Kolonel Inf Bagus, Pa Ahli Pangdam IM Bid. Hukum & Humaniter. Kolonel Caj Drs. Ahmad Husein, Aster Kasdam IM Kolonel Inf Mahesa Fitriadi, Kapendam IM. Wakil Ketua I DPRA. Drs H. Sulaiman Abda, Warek I. Prof dr. Marwan serta para Dekan dan Wakil Dekan unsur aktivis Academika.
