Pidie – Banjir melanda Desa Sarah Panjang, Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie, akibat tingginya curah hujan yang mengguyur kawasan tersebut Senin (25/11/2024) sore.
Derasnya hujan memicu longsoran material dari gunung, yang menyebabkan badan jalan lintas antara Desa Ranto Panyang dan Desa Blang Pandak tertutup material longsoran sehingga tidak dapat dilalui kendaraan bermotor.
Menurut Danramil 16/Tangse Kodim 0102/Pidie, Lettu Arm, Muhammad,genangan air di badan jalan saat ini sudah surut. Namun, material lumpur sepanjang 90 meter masih menutup jalan dan menghambat akses warga. Satu unit rumah pondok yang tidak dihuni dilaporkan mengalami kerusakan akibat tertimpa material longsor.
Lebih Lanjut Danramil 16/Tangse menambahkan, sementara di Desa Keude Tangse, sungai Krueng Muko yang sebelumnya sempat meluap kini mulai surut.
“Meski begitu, satu unit rumah kayu mengalami kerusakan ringan akibat luapan air sungai tersebut. Tidak ada korban jiwa maupun warga yang mengungsi akibat peristiwa ini” tambahnya
Terkait dengan hal tersebut Danramil 16/Tangse menegaskan kepada
Babinsa Koramil 16/Tangse terus memantau perkembangan situasi. Berkoordinasi dengan Polsek Tangse dan aparatur kampung setempat dan dinas terkait untuk merencanakan pembersihan material lumpur di badan jalan menggunakan alat berat.
Masyarakat dihimbau untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat curah hujan yang masih tinggi. Selain itu, warga juga diingatkan untuk berhati-hati saat melintasi wilayah rawan longsor.
Banjir ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat sangat diperlukan untuk meminimalisir risiko dan dampak bencana di masa depan.
