Pidie Jaya – Kepedulian dan semangat kebersamaan kembali ditunjukkan pasca bencana banjir dan longsor yang melanda Kabupaten Pidie Jaya. Untuk memulihkan fasilitas pendidikan yang terdampak, Tim Satgas Penanggulangan Bencana Alam (Gulbencal) TNI Kodim 0102/Pidie bersama Yonif TP 857/GG, bersinergi dengan para guru melaksanakan aksi pembersihan Sekolah MIN 12 Pidie Jaya, Desa Keude Ulim, Kecamatan Ulim, Kabupaten Pidie Jaya, Senin (22/12/2025).
Puluhan prajurit TNI tampak berjibaku membersihkan lumpur, sampah, dan sisa material banjir yang menimbun ruang kelas dan halaman sekolah. Aksi ini menjadi bagian penting dari upaya tanggap pasca bencana agar aktivitas belajar mengajar dapat segera kembali berjalan normal.
Dandim 0102/Pidie Letkol Inf Abdul Hadi S.Sos.,melalui Danramil 22/Ulim, Kapten Cke Ridwan, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian TNI terhadap masa depan pendidikan anak-anak di wilayah terdampak bencana.
“Bencana banjir telah melumpuhkan berbagai fasilitas umum, termasuk sekolah. Jika ini tidak segera ditangani, maka proses pendidikan anak-anak akan semakin terhambat. Oleh karena itu, kami bergerak cepat agar sekolah bisa kembali digunakan,” ujarnya.
Kapten Cke Ridwan juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk sama sama bergerak menghadapi kondisi pasca bencana. Menurutnya, pemulihan daerah terdampak membutuhkan keterlibatan bersama, terutama dari generasi muda.
“Mari kita bangkit bersama. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau TNI, tetapi tanggung jawab kita semua. Kami mengajak masyarakat, khususnya para pemuda, untuk bergerak, peduli, dan membantu agar Pidie Jaya segera pulih dan kembali normal,” tegasnya.
Aksi pembersihan ini bertujuan memastikan dunia pendidikan di Kabupaten Pidie Jaya tidak terhenti terlalu lama akibat bencana. Semangat gotong royong antara TNI dan tenaga pendidik menjadi bukti bahwa kolaborasi adalah kunci utama dalam menghadapi dampak bencana.
Sementara itu, Kepala Sekolah MIN 12 Pidie Jaya, Bakhtiar, S.Pd, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kepedulian dan bantuan yang diberikan oleh Satgas TNI.
“Kami sangat berterima kasih kepada TNI yang telah membantu membersihkan sekolah kami. Setelah banjir, hampir semua sekolah di Pidie Jaya lumpuh. Dengan adanya bantuan ini, anak-anak bisa segera kembali bersekolah dan melanjutkan proses belajar,” ungkapnya.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi langkah pemulihan fisik pasca bencana, tetapi juga menjadi pesan kuat bahwa dengan kebersamaan, kepedulian, dan gotong royong, masyarakat Pidie Jaya mampu bangkit dan menata kembali masa depan, dimulai dari dunia pendidikan.
