Aceh Tengah – Minggu, 21 Desember 2025 Semangat pengabdian tanpa batas kembali ditunjukkan oleh prajurit Yonif 114/Satria Musara yang turun langsung membantu masyarakat membersihkan lumpur sisa banjir di wilayah Kecamatan Kebayakan, Takengon, Kabupaten Aceh Tengah. Kehadiran para prajurit di tengah-tengah warga menjadi simbol nyata bahwa TNI selalu hadir bersama rakyat dalam setiap kondisi, termasuk saat bencana melanda.
Sejak pagi hari, personel Yonif 114/Satria Musara bergerak cepat menyisir lokasi-lokasi terdampak banjir. Dengan penuh dedikasi dan jiwa keikhlasan, para prajurit bergotong royong membersihkan lumpur tebal yang menggenangi rumah-rumah warga, sekolah, masjid, serta berbagai fasilitas umum lainnya. Lumpur sisa banjir yang mengeras dan licin tidak menjadi penghalang bagi prajurit untuk tetap bekerja maksimal demi mempercepat pemulihan lingkungan.
Berbekal peralatan sederhana, para prajurit bahu-membahu bersama masyarakat mengangkat lumpur, membersihkan halaman, ruang kelas, tempat ibadah, hingga saluran air yang tersumbat. Kegiatan ini dilakukan secara menyeluruh agar aktivitas warga dapat kembali berjalan normal, khususnya kegiatan pendidikan dan ibadah yang sempat terhenti akibat banjir.
Aksi kemanusiaan ini mencerminkan nilai luhur keprajuritan yang melekat kuat pada setiap prajurit Yonif 114/Satria Musara. Tidak hanya bertugas menjaga kedaulatan negara, para prajurit juga hadir sebagai pelindung dan pengayom rakyat, siap membantu kapan pun dibutuhkan. Dalam setiap ayunan cangkul dan sapuan lumpur, tersimpan tekad kuat untuk mengembalikan senyum dan harapan masyarakat yang terdampak bencana.
Masyarakat Kecamatan Kebayakan menyambut kehadiran prajurit dengan penuh rasa syukur dan haru. Bantuan tenaga dan semangat yang diberikan sangat berarti bagi warga, terutama dalam mempercepat proses pembersihan pasca banjir yang sulit dilakukan secara mandiri. Kebersamaan antara prajurit dan rakyat tampak jelas, mencerminkan kemanunggalan TNI dengan rakyat yang terus terjaga.
Melalui kegiatan ini, Yonif 114/Satria Musara kembali menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di garis terdepan dalam membantu masyarakat. Di tengah lumpur dan sisa-sisa bencana, para prajurit menunjukkan bahwa pengabdian sejati tidak mengenal batas, serta mengukuhkan jati diri prajurit sebagai kesatria penjaga negeri dan pelayan rakyat.
