Banda Aceh – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat melalui jajaran Kodam Iskandar Muda terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur, khususnya melalui pemasangan jembatan Armco di berbagai wilayah Aceh. Program ini menjadi salah satu langkah strategis dalam membuka akses konektivitas antarwilayah sekaligus mendukung pemulihan daerah terdampak bencana. Rabu (26/3/26)
Progres pemasangan jembatan Armco di wilayah Kodam Iskandar Muda menunjukkan perkembangan yang signifikan. Dari total 105 titik pembangunan yang direncanakan, sebanyak 40 titik telah menyelesaikan tahap Detail Perencanaan Teknis (DPT), sementara 1 titik masih dalam proses DPT. Adapun untuk tahap pemasangan konstruksi Armco, sebanyak 3 titik telah selesai, dan sejumlah titik lainnya masih dalam tahapan mobilisasi material sebanyak 38 titik, serta 23 titik masih dalam rencana komando atas.
Pekerjaan pemasangan jembatan Armco ini dilaksanakan secara bertahap, mencakup wilayah-wilayah strategis di beberapa kabupaten, antara lain Aceh Timur, Bener Meriah, Aceh Tamiang, Bireuen, hingga Aceh Utara.
Pada Tahap I, sejumlah titik di Kabupaten Aceh Timur, seperti Desa Alue Gadeng Dua, Alue Sentang I dan II, serta Buket Kuta, telah berhasil menyelesaikan tahap DPT 100 persen. Infrastruktur ini memiliki peran vital sebagai penghubung antar desa sekaligus akses menuju jalan lintas nasional Medan–Banda Aceh.
Di wilayah Kabupaten Bener Meriah, progres serupa juga terlihat di sejumlah desa seperti Weh Pase, Burni Pase, Pasar Buntul, hingga Bahgie Bertona, yang berfungsi menghubungkan ruas jalan antar desa dan kecamatan, sehingga mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi hasil pertanian.
Sementara itu, di Kabupaten Aceh Tamiang, pembangunan jembatan Armco di Desa Terban, Blangkandis, dan Suka Mulia juga telah menyelesaikan tahap perencanaan teknis secara penuh, dengan fungsi utama sebagai penghubung antar dusun serta akses menuju jalur utama provinsi.
Memasuki Tahap II, progres pembangunan semakin meluas dengan cakupan wilayah yang lebih besar, termasuk di Kabupaten Aceh Timur, Bireuen, dan Aceh Utara. Seluruh titik pada tahap ini umumnya telah menyelesaikan DPT 100 persen, menandakan kesiapan untuk memasuki tahap konstruksi fisik.
Di Kabupaten Bireuen, pembangunan jembatan Armco tersebar di sejumlah desa seperti Batee Raya, Juli Tambo Tanjong, hingga kawasan Salah Sirong Jaya yang terdiri dari beberapa titik, dengan fungsi utama sebagai penghubung antar desa yang sebelumnya mengalami keterbatasan akses.
Sedangkan di Kabupaten Aceh Utara, pembangunan difokuskan pada wilayah yang menjadi jalur penghubung strategis antar desa dan kecamatan, termasuk Desa Alue Capli, Buket Linteueng, serta Mesjid Meuraksa.
Pada Tahap III, beberapa titik telah memasuki proses pemasangan konstruksi Armco, di antaranya di Desa Cot Girek dan Desa Blang Aman, Kabupaten Aceh Utara, dengan progres masing-masing mencapai 80 persen dan 40 persen. Selain itu, di Kabupaten Bener Meriah, tepatnya di Desa Simpur II, progres pembangunan juga telah mencapai 45 persen pada tahap DPT.
Mayoritas lokasi pembangunan jembatan Armco ini merupakan wilayah terdampak bencana (TB), sehingga keberadaan jembatan ini sangat krusial dalam memulihkan akses transportasi masyarakat yang sebelumnya terputus akibat banjir, longsor, maupun kerusakan infrastruktur.
Program ini tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik semata, tetapi juga menjadi bagian dari upaya TNI AD dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembukaan akses ekonomi, pendidikan, dan pelayanan kesehatan.
Kodam Iskandar Muda melalui satuan jajaran terus mengoptimalkan sinergi dengan berbagai pihak serta mengerahkan sumber daya secara maksimal guna memastikan seluruh target pembangunan dapat tercapai tepat waktu dan sesuai dengan standar kualitas yang telah ditetapkan.
Dengan progres yang terus menunjukkan peningkatan, diharapkan seluruh titik pembangunan jembatan Armco ini dapat segera rampung dan dimanfaatkan oleh masyarakat, sehingga mampu mempercepat pertumbuhan wilayah serta memperkuat ketahanan daerah, khususnya di wilayah Provinsi Aceh.
