Aceh Selatan – Akses transportasi masyarakat di wilayah terpencil Kecamatan Trumon, Kabupaten Aceh Selatan, perlahan mulai terbuka. Satgas TNI AD terus mempercepat pembangunan lanjutan Jembatan Aramco yang berada di titik Suak Rege dan Suak Lele, pemukiman Buluh Seuma, Kecamatan Trumon, Jumat (1/5/2026).
Pembangunan jembatan tersebut menjadi salah satu upaya strategis untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah, khususnya bagi masyarakat yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses transportasi. Kehadiran jembatan itu diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi aktivitas sosial, ekonomi, maupun mobilitas warga sehari-hari.
Saat ini, progres pembangunan telah memasuki tahap penting. Pekerjaan difokuskan pada pengecoran pondasi sisi kanan jembatan serta perangkaian besi cor badan jembatan yang akan menjadi penopang utama konstruksi. Kedua tahapan tersebut menjadi bagian krusial karena sangat menentukan kekuatan dan ketahanan struktur jembatan dalam jangka panjang.
Di lapangan, personel Satgas TNI AD bersama masyarakat setempat terus bekerja secara gotong royong. Semangat kebersamaan tampak mewarnai seluruh proses pembangunan. Anggota TNI dan warga bahu-membahu melaksanakan setiap tahapan pekerjaan, mulai dari persiapan material, perakitan rangka besi, hingga proses pengecoran pondasi.
Keterlibatan aktif masyarakat tidak hanya mempercepat proses pembangunan, tetapi juga mencerminkan kuatnya sinergi antara TNI dan rakyat dalam mendukung pembangunan infrastruktur di wilayah pedalaman. Kolaborasi tersebut menjadi kekuatan utama agar pekerjaan dapat berjalan sesuai rencana dan selesai tepat waktu.
Ws Pasiops Kodim 0107/Aceh Selatan, Kapten Inf Faisal Kurniawan, mengatakan bahwa pembangunan Jembatan Aramco di titik Suak Rege dan Suak Lele terus dipacu agar segera dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
“Saat ini pekerjaan sudah memasuki tahap pengecoran pondasi sisi kanan jembatan serta perangkaian besi cor badan jembatan. Personel Satgas bersama masyarakat terus bekerja maksimal agar proses pembangunan berjalan lancar dan selesai tepat waktu,” ujar Kapten Inf Faisal Kurniawan.
Menurutnya, tahap pengecoran pondasi merupakan bagian yang sangat penting karena berfungsi sebagai dasar utama penopang konstruksi. Pondasi yang kuat akan menentukan daya tahan jembatan terhadap beban lalu lintas maupun kondisi alam di sekitarnya. Sementara itu, perangkaian besi cor badan jembatan juga terus dikebut sebagai persiapan menuju tahapan konstruksi berikutnya.
Ia menegaskan, pembangunan jembatan tersebut menjadi salah satu langkah penting dalam membuka akses transportasi masyarakat di wilayah terpencil yang berada di kawasan perbatasan Aceh Selatan–Aceh Singkil.
“Jembatan ini bukan hanya sarana penghubung, tetapi juga akses vital bagi masyarakat untuk mendukung aktivitas sehari-hari, memperlancar distribusi hasil perkebunan dan pertanian, serta mempercepat konektivitas antarwilayah di kawasan Trumon dan sekitarnya,” lanjutnya.
Selama ini, masyarakat di wilayah tersebut masih menghadapi keterbatasan sarana transportasi, terutama ketika musim hujan yang sering menyebabkan akses jalan menjadi sulit dilalui. Kondisi tersebut turut memengaruhi aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya dalam pengangkutan hasil perkebunan dan pertanian menuju pusat-pusat pemasaran.
Karena itu, keberadaan Jembatan Aramco nantinya diharapkan mampu menjadi solusi nyata dalam mengurangi keterisolasian wilayah. Dengan tersedianya akses yang lebih baik, mobilitas masyarakat akan menjadi lebih lancar, waktu tempuh dapat dipersingkat, serta distribusi hasil bumi masyarakat diharapkan menjadi lebih efektif dan efisien.
Selain memberi dampak pada sektor transportasi, pembangunan jembatan ini juga diyakini akan mendorong pertumbuhan perekonomian masyarakat setempat. Kelancaran akses akan membuka peluang yang lebih luas bagi aktivitas perdagangan, peningkatan produktivitas sektor pertanian dan perkebunan, serta memperkuat hubungan sosial antarwilayah.
Masyarakat Buluh Seuma menyambut baik percepatan pembangunan tersebut. Mereka berharap jembatan yang sedang dibangun dapat segera rampung dan memberikan manfaat nyata bagi kehidupan sehari-hari.
Melalui semangat gotong royong dan kerja sama yang terus terjalin antara Satgas TNI AD dan masyarakat, pembangunan Jembatan Aramco diharapkan dapat segera selesai sesuai target. Kehadirannya kelak diharapkan menjadi sarana penting dalam mendukung kemajuan wilayah, memperkuat konektivitas, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Trumon dan sekitarnya.
