Aceh Tenggara – Progres pembangunan Jembatan Gantung Perintis yang menghubungkan akses masyarakat menuju kawasan perkebunan dan sejumlah wilayah di Desa Kumbang Jaya, Kecamatan Badar, Kabupaten Aceh Tenggara, terus menunjukkan perkembangan yang signifikan dan menggembirakan. Memasuki tahap konstruksi atas, personel Babinsa Kodim 0108/Aceh Tenggara bersama masyarakat berhasil menyelesaikan pemasangan tiang pylon jembatan gantung, Senin (01/06/2026).
Keberhasilan pemasangan tiang pylon tersebut menjadi salah satu tahapan paling penting dalam proses pembangunan jembatan gantung perintis yang selama ini dikerjakan secara gotong royong antara TNI dan masyarakat. Berdirinya struktur pylon menandakan bahwa tahapan konstruksi dasar seperti pondasi utama, blok angkur, serta struktur penahan lainnya telah selesai dilaksanakan dengan baik sesuai perencanaan teknis di lapangan.
Sejak dimulainya pembangunan, personel Babinsa bersama masyarakat terus bekerja secara maksimal demi mempercepat penyelesaian jembatan yang sangat dinantikan warga tersebut. Kehadiran jembatan gantung nantinya diharapkan mampu membuka akses yang lebih aman dan mudah bagi masyarakat, khususnya menuju lahan pertanian dan perkebunan yang selama ini menjadi sumber utama mata pencaharian warga.
Babinsa Koramil 0108-03/Badar, Serma Karmadi, mengatakan bahwa pemasangan tiang pylon merupakan pekerjaan yang membutuhkan ketelitian tinggi, kekuatan fisik, serta kerja sama yang solid dari seluruh pihak yang terlibat. Menurutnya, pylon memiliki fungsi vital dalam konstruksi jembatan gantung karena menjadi penyangga utama kabel baja yang nantinya akan menopang seluruh struktur jembatan.
“Pemasangan tiang pylon hari ini merupakan salah satu tahapan paling penting dalam pembangunan jembatan gantung perintis. Dengan berdirinya pylon, pembangunan telah memasuki fase konstruksi atas. Selanjutnya pekerjaan akan dilanjutkan dengan pemasangan kabel utama, kabel penggantung, hingga rangka lantai jembatan,” ujar Serma Karmadi.
Ia menjelaskan bahwa proses pemasangan dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan faktor keselamatan kerja dan ketepatan posisi konstruksi. Seluruh material konstruksi diangkat dan dipasang secara hati-hati agar struktur dapat berdiri kokoh dan sesuai standar yang telah ditentukan.
Di lokasi pembangunan terlihat personel Babinsa bersama masyarakat saling bahu-membahu mengangkat material besi dan baja untuk proses penegakan tiang pylon. Semangat gotong royong dan kekompakan antara TNI dan masyarakat tampak begitu kuat selama pengerjaan berlangsung. Kebersamaan tersebut menjadi bukti nyata bahwa pembangunan infrastruktur di pedesaan dapat berjalan dengan baik apabila didukung kerja sama seluruh elemen masyarakat.
Serma Karmadi menambahkan bahwa pembangunan jembatan gantung tersebut memiliki manfaat yang sangat besar bagi masyarakat Desa Kumbang Jaya dan sekitarnya. Selain memperlancar akses menuju perkebunan dan lahan pertanian, jembatan itu juga akan membantu aktivitas masyarakat sehari-hari, termasuk mempermudah akses pendidikan bagi anak-anak sekolah.
“Selama ini masyarakat menghadapi berbagai kendala ketika melintasi jalur lama yang kondisinya sudah tidak layak dan cukup berisiko. Bahkan sebagian warga harus memutar melalui jalur yang lebih jauh untuk menuju kebun maupun ke desa lain. Karena itu, pembangunan jembatan ini menjadi harapan besar bagi masyarakat,” tambahnya.
Pembangunan jembatan gantung perintis tersebut juga menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian TNI terhadap kebutuhan masyarakat di wilayah pedalaman dan pedesaan. Selain membantu mempercepat pembangunan infrastruktur, kegiatan tersebut sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui kerja sama dan kebersamaan di lapangan.
Dengan telah terpasangnya tiang pylon, pembangunan kini memasuki tahapan lanjutan yang tidak kalah penting. Tim pelaksana optimistis seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target sehingga jembatan gantung tersebut segera dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
Ke depan, keberadaan jembatan gantung perintis ini diharapkan mampu menjadi akses penghubung yang aman, nyaman, dan efisien bagi warga Desa Kumbang Jaya dan sekitarnya. Selain mempersingkat waktu tempuh, jembatan tersebut juga diyakini akan membuka peluang peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat, memperlancar distribusi hasil pertanian, serta mendukung akses pendidikan dan pelayanan sosial lainnya.
Salah seorang warga Desa Kumbang Jaya, Zulfikar (53), mengaku sangat bersyukur dan mengapresiasi kerja keras TNI bersama masyarakat dalam pembangunan jembatan gantung tersebut. Menurutnya, keberadaan jembatan itu sudah lama dinantikan warga karena akan sangat membantu aktivitas sehari-hari masyarakat.
“Kami sangat senang melihat pembangunan jembatan ini terus berjalan. Sekarang tiang pylon sudah berdiri, artinya jembatan yang selama ini kami harapkan semakin dekat menjadi kenyataan. Terima kasih kepada TNI yang selalu hadir membantu masyarakat. Kami berharap jembatan ini segera selesai sehingga warga bisa lebih mudah pergi ke kebun, anak-anak lebih aman berangkat ke sekolah, dan aktivitas sehari-hari menjadi lebih lancar,” ungkapnya.
