Kodim 0108/Agara dan Warga Gotong Royong Pasang Tali Seling Baja Jembatan Gantung Garuda di Ds. Kuta Ujung Aceh Tenggara

Aceh Tenggara – Personel TNI jajaran Kodim 0108/Aceh Tenggara bersama masyarakat melaksanakan pekerjaan fisik berupa pemasangan dan pembentangan tali seling baja bagian bawah Jembatan Gantung Garuda yang berada di Desa Kuta Ujung, Kecamatan Darul Hasanah, Kabupaten Aceh Tenggara, Sabtu (18/7/2026).

 

Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari percepatan pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda yang diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung kelancaran akses transportasi dan aktivitas perekonomian warga di wilayah tersebut.

 

Sejak pukul 08.00 WIB, personel TNI bersama masyarakat bahu-membahu melaksanakan proses penarikan, pemasangan, dan pembentangan tali seling baja utama. Tali seling tersebut nantinya memiliki fungsi penting sebagai bagian dari konstruksi penahan beban lantai jembatan sekaligus mendukung kekuatan dan keamanan jembatan yang akan digunakan sebagai akses mobilitas masyarakat.

 

Sertu Ikhlas menjelaskan bahwa proses pemasangan tali seling baja membutuhkan ketelitian, kehati-hatian, serta perhitungan teknis dan faktor keselamatan yang matang. Penarikan seling baja dari titik bawah hingga proses pembentangan dan penyetelan harus dilakukan secara bertahap agar posisi dan tingkat kekencangan seling sesuai dengan kebutuhan konstruksi.

 

“Pengerjaan pemasangan dan pembentangan tali seling baja ini membutuhkan ketelitian serta kerja sama yang baik. Kami bersama masyarakat terus berupaya menyelesaikan setiap tahapan pekerjaan dengan memperhatikan faktor keselamatan, sehingga seluruh proses dapat berjalan dengan aman dan sesuai dengan tahapan pembangunan,” ujar Sertu Ikhlas.

 

Meskipun kondisi medan di lapangan cukup menantang, semangat gotong royong dan sinergi antara personel TNI dengan masyarakat mampu mendukung kelancaran proses pengerjaan. Babinsa bersama warga secara bersama-sama melaksanakan pekerjaan dengan penuh semangat dan tanggung jawab demi mempercepat penyelesaian pembangunan jembatan yang sangat dinantikan oleh masyarakat.

 

Jembatan Gantung Perintis Garuda yang diinisiasi oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, tersebut nantinya diharapkan menjadi salah satu solusi penting bagi masyarakat Desa Kuta Ujung dan wilayah sekitarnya. Kehadiran jembatan ini tidak hanya menjadi pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga membuka akses yang lebih dekat, aman, dan efisien bagi masyarakat dalam menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari.

 

Selama ini, masyarakat harus menempuh jarak yang lebih jauh dengan memutar melalui jalur lain untuk menuju lahan pertanian dan perkebunan. Bahkan, dalam kondisi tertentu, warga terpaksa menyeberangi sungai dengan risiko keselamatan yang cukup tinggi demi dapat beraktivitas, mengangkut hasil pertanian, menjual hasil panen, maupun mendapatkan akses terhadap berbagai pelayanan publik.

 

Dengan tersedianya Jembatan Gantung Perintis Garuda, masyarakat nantinya akan memperoleh akses penghubung yang lebih mudah dan aman. Jembatan tersebut diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga menuju sawah dan kebun, mendukung pengangkutan hasil pertanian, serta memberikan dampak positif terhadap peningkatan perekonomian masyarakat.

 

Pembangunan jembatan tersebut terus dikebut melalui kerja sama dan semangat gotong royong antara personel TNI dan masyarakat. Hingga saat ini, progres pembangunan Jembatan Gantung Garuda telah mencapai sekitar 61 persen.

 

Kehadiran TNI dalam proses pembangunan tersebut merupakan wujud nyata komitmen dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, diharapkan pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda dapat segera diselesaikan dan dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mendukung aktivitas sosial maupun perekonomian sehari-hari.

 

Seluruh rangkaian kegiatan pemasangan dan pembentangan tali seling baja bagian bawah jembatan berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar.