Kutacane – Semangat kebersamaan, kedisiplinan, dan gotong royong menjadi kekuatan utama personel Satgas Jembatan Kodim 0108/Agara bersama masyarakat dalam melanjutkan pembangunan Jembatan Gantung Lawe Ger Ger, Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara, Selasa (8/9/2026).
Sebelum memulai pekerjaan, personel Satgas yang terdiri atas Babinsa, anggota Yon TP 855/RD, serta masyarakat terlebih dahulu mengikuti apel pagi yang dipimpin Peltu Jumadin Selian selaku Danposramil Ketambe.
Apel pagi tersebut menjadi sarana untuk mengecek kesiapan personel sekaligus menyampaikan arahan, pembagian tugas, dan penekanan terkait keselamatan kerja. Pemeriksaan dilakukan terhadap kehadiran, kesiapan perlengkapan, hingga kondisi fisik masing-masing personel sebelum melaksanakan aktivitas di lokasi pembangunan.
Dalam arahannya, Peltu Jumadin Selian menekankan pentingnya menjaga disiplin, kekompakan, komunikasi, dan keselamatan selama proses pembangunan berlangsung. Menurutnya, pekerjaan pembangunan jembatan membutuhkan kerja sama yang solid karena setiap tahapan memiliki tugas, tanggung jawab, dan risiko yang harus diperhatikan.
«“Kita bekerja untuk masyarakat. Karena itu, laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, jaga kekompakan, utamakan keselamatan kerja, dan tetap jaga komunikasi yang baik dengan warga. Jangan lupa menjaga kesehatan agar seluruh pekerjaan dapat dilaksanakan secara maksimal,” pesannya.»
Ia juga mengingatkan agar semangat gotong royong terus dipertahankan. Sinergi antara TNI dan masyarakat dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kelancaran pekerjaan sekaligus mempererat hubungan kekeluargaan antara personel Satgas dan warga.
Usai apel, seluruh personel bergerak menuju titik pekerjaan sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing. Dengan penuh semangat, personel Satgas bersama masyarakat kembali melaksanakan pembangunan Jembatan Gantung Lawe Ger Ger secara bertahap.
Kebersamaan TNI dan masyarakat terlihat dalam setiap aktivitas di lapangan. Mereka saling membantu dan berkoordinasi agar pekerjaan dapat terlaksana secara efektif, tertib, dan sesuai dengan sasaran yang telah ditentukan.
Bagi masyarakat, pembangunan Jembatan Gantung Lawe Ger Ger bukan sekadar pembangunan infrastruktur, tetapi juga menjadi harapan baru untuk meningkatkan akses dan mobilitas warga. Keberadaan jembatan tersebut diharapkan dapat mempermudah masyarakat dalam menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari, termasuk kegiatan sosial, pendidikan, dan perekonomian.
Keterbatasan akses selama ini menjadi salah satu tantangan yang dirasakan masyarakat di wilayah tersebut. Karena itu, pembangunan jembatan gantung perintis diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang sekaligus meningkatkan konektivitas antarwilayah.
Salah seorang warga yang turut bergotong royong di lokasi pembangunan menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan pembangunan tersebut. Ia mengaku bersyukur karena masyarakat dapat terlibat secara langsung dalam proses pembangunan bersama personel TNI.
«“Kami sangat mendukung pembangunan jembatan ini. Kalau sudah selesai, tentu akan sangat membantu masyarakat. Kami juga senang bisa ikut bergotong royong bersama TNI karena pekerjaan terasa lebih ringan ketika dikerjakan bersama-sama,” ungkapnya.»
Warga lainnya berharap pembangunan dapat berjalan lancar hingga selesai. Mereka menilai jembatan tersebut nantinya akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya dalam memperlancar akses dan mendukung aktivitas warga.
Keterlibatan masyarakat sejak proses pembangunan juga menjadi bentuk tumbuhnya rasa memiliki terhadap infrastruktur yang sedang dibangun. Partisipasi tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat jembatan setelah selesai dibangun dan mulai dimanfaatkan.
Bagi Satgas Jembatan Kodim 0108/Agara, apel pagi merupakan bagian penting dalam menjaga konsistensi disiplin dan kesiapan personel sebelum melaksanakan pekerjaan. Setiap arahan yang diberikan menjadi pedoman agar seluruh kegiatan dapat berjalan sesuai sasaran dengan tetap mengutamakan faktor keamanan dan keselamatan.
Kegiatan pembangunan ini sekaligus menjadi wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kehadiran Babinsa dan anggota Yon TP 855/RD yang berbaur serta bekerja bersama masyarakat menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat diwujudkan melalui kerja nyata dan kebersamaan di lapangan.
Dengan disiplin, komunikasi, dan semangat gotong royong yang terus terjaga, Satgas Jembatan Kodim 0108/Agara optimistis pembangunan Jembatan Gantung Lawe Ger Ger dapat terlaksana dengan baik dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.
Bagi warga, jembatan yang kini tengah dibangun bukan hanya sebuah infrastruktur fisik, tetapi juga simbol harapan akan hadirnya akses yang lebih mudah, aman, dan mendukung peningkatan aktivitas masyarakat di masa mendatang.
Semangat kebersamaan yang terbangun sejak apel pagi hingga pelaksanaan pekerjaan menjadi bukti bahwa pembangunan yang dilakukan secara bersama-sama mampu menghadirkan optimisme sekaligus memperkuat hubungan antara TNI dan masyarakat.
TNI dan masyarakat pun terus bahu-membahu mewujudkan Jembatan Gantung Lawe Ger Ger sebagai penghubung yang diharapkan mampu membuka akses sekaligus mendukung kemajuan aktivitas warga di wilayah Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara.
