logo
logo
Panglima Kodam Iskandar Muda, Mayor Jendral TNI Abdul Hafil Fuddin SH, SIP, MH, berserta seluruh jajaran Kodam Iskandar Muda, dan Persit Kartika Chandra Kirana, mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa di bulan Suci Ramadhan 1439 Hijriah Tahun 2018 Masehi, kepada seluruh umat muslim khususnya di Provinsi Aceh

Terkait Aksi Terorisme di Surabaya, Tokoh FKUB Provinsi Aceh Berkumpul di Makodam IM

Banda Aceh – Terjadinya peledakan bom di 3 (tiga) gereja yang berlokasi di Surabaya kemarin, Tokoh Forum Komunikasi Umat Beragama Provinsi Aceh memberikan pernyataan sikap atas terorisme tersebut.

Pernyataan sikap pemuka agama yang bergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama Aceh  itu berlangsung di Sanggamara Lounge, Makodam Iskandar Muda, Banda Aceh, Rabu (16/5/18).

Agenda itu dihadiri Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Abdul Hafil Fuddin SH S.I.P MH, Wakapolda Aceh Brigjen Pol Yantotara, Ketua FKUB Aceh H. Ziauddin Ahmad, Hamid Sarong Mewakili Umat Islam, Baron F. Pandiangan Mewakili Umat Katolik, Idaman Sembiring Mewakili Umat Kristen,Yuswar Mewakili Umat Budha, Paini Mewakili Umat Hindu.Pangdam IM mengatakan, kegiatan yang diselenggarakan Kodam Iskandar Muda ini, untuk menyikapi situasi yang terjadi di Surabaya beberapa hari yang lalu, dan juga sebagai pernyataan sikap Forkopimda dan FKUB Aceh untuk tetap menjaga toleransi antar umat beragama di Aceh dan menjaga situasi Aceh yang tetap kodusif.

Pangdam menyebutkan, aksi terorisme yang terjadi di Surabaya merupakan peristiwa yang patut kita sesalkan bersama, karena kita ketahui, bahwa negara kita merupakan negara dengan beragama suku, adat istiadat, bahasa dan agama, yang kesemuanya itu diikat oleh semboyan Bhineka Tunggal Ika “Berbeda Beda Namun Tetap Satu”.

Menurut Pangdam, banyak fitnah dan provokasi baik nyata atau terselubung untuk mengadu domba  negara Indonesia, agar persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang terpancar dari kerukunan hidup diantara kita ternodai dan rapuh,

“Namun mari kita sadar bahwa itu semua adalah provokasi dari pihak asing, karena tak ada satupun negara di dunia ini yang senang bila Indonesia kuat dan maju, kejadian demi kejadian yang terjadi semua itu adalah desain yang sudah direncanakan oleh mereka, agar kita berselisih dan saling tidak percaya satu sama lain,” kata Pangdam.Mencermati hal tersebut, lanjut Pangdam, sangatlah dituntut peran seluruh komponen masyarakat untuk mampu bertindak sebagai filter dan penyejuk, untuk mencegah meluasnya isu-isu negatif dan menyesatkan yang berkembang di lingkungan masyarakat. Artinya, segenap komponen masyarakat, diharapkan dapat menetralisir dengan cepat dan tepat, apabila ada isu-isu provokatif yang meresahkan warga masyarakat.

Baca Juga:  Kodim Pidie Gelar Rapat Koordinasi Upsus Pajale dan Sergap

Maka untuk mencegah aksi teror yang mereka provokasikan mari kita jadikan peristiwa  ini sebagai momentum bagi seluruh komponen bangsa untuk bangkit, dan semakin mempererat serta memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa dengan memantapkan  kerukunan hidup yang selama ini telah terbina dengan baik agar kita kuat dan tak mudah di adu domba.

“Mari kita bersama – sama bergandeng tangan, rapatkan barisan untuk tetap menjaga perdamaian dan persatuan. kita juga harus menyatakan sikap dan menunjukan toleransi kehidupan beragama yang baik. Sikap ini akan memperkuat pembentukan karakter bangsa serta mewujudkan indonesia yang lebih baik, aman, damai, bermartabat, dan senantiasa menghargai Kebhinekaan,” ajak Pangdam.