Kodim 0108/Agara Bersama Warga Lanjutkan Pengecoran Pondasi Jembatan Gantung di Desa Kuta Ujung, Aceh Tenggara

Aceh Tenggara – Semangat kebersamaan dan gotong royong terus ditunjukkan oleh personel TNI bersama masyarakat dalam mendukung percepatan pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Desa Kuta Ujung, Kecamatan Darul Hasanah, Kabupaten Aceh Tenggara. Memasuki tahap penting pembangunan, Babinsa jajaran Kodim 0108/Aceh Tenggara bersama warga masyarakat setempat melaksanakan kegiatan pengecoran pondasi jembatan gantung, Rabu (10/06/2026).

 

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian pembangunan infrastruktur yang bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas dan konektivitas masyarakat, khususnya bagi warga yang selama ini menghadapi keterbatasan sarana transportasi dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Kehadiran jembatan gantung ini nantinya diharapkan mampu menjadi solusi atas kebutuhan masyarakat akan akses penyeberangan yang aman, nyaman, dan dapat digunakan sepanjang waktu.

 

Di tengah suasana penuh semangat kebersamaan, personel TNI dan masyarakat bahu-membahu melaksanakan proses pengecoran pondasi yang menjadi salah satu bagian terpenting dalam pembangunan jembatan. Dengan mengedepankan budaya gotong royong, seluruh pekerjaan dilakukan secara bersama-sama sehingga proses pembangunan dapat berjalan lebih efektif dan efisien.

 

Ketua tim pembangunan, Serma Mulyadi, mengatakan bahwa pelaksanaan pengecoran pondasi dilakukan secara gotong royong sebagai bentuk sinergi yang kuat antara TNI dan masyarakat. Menurutnya, budaya gotong royong tidak hanya mempercepat penyelesaian pekerjaan, tetapi juga mampu mempererat hubungan sosial dan menumbuhkan rasa kepedulian antar sesama.

 

“Melalui semangat gotong royong, pekerjaan yang berat akan terasa lebih ringan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang bermanfaat bagi kepentingan bersama,” ujar Serma Mulyadi.

 

Ia menjelaskan bahwa pembangunan Jembatan Gantung Perintis saat ini telah memasuki tahap pengecoran pondasi, yang merupakan bagian penting untuk memastikan kekuatan dan ketahanan konstruksi jembatan di masa mendatang. Hingga saat ini, progres fisik pembangunan berjalan sesuai dengan rencana dan jadwal yang telah ditetapkan.

 

Pembangunan jembatan gantung tersebut merupakan wujud nyata komitmen TNI dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan infrastruktur yang mendukung mobilitas dan aktivitas warga. Keberadaan jembatan nantinya diharapkan dapat memperlancar akses transportasi, mempercepat distribusi hasil pertanian, mempermudah akses pendidikan bagi para pelajar, serta mendukung berbagai aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.

 

Lebih dari sekadar proyek pembangunan fisik, Jembatan Gantung Perintis ini mencerminkan kepedulian TNI terhadap kebutuhan masyarakat di wilayah terpencil yang selama ini membutuhkan sarana penyeberangan yang lebih aman dan representatif. Dengan adanya jembatan tersebut, warga tidak lagi menghadapi kesulitan dalam melakukan mobilitas, terutama saat kondisi cuaca kurang bersahabat.

 

Keberhasilan pembangunan ini tidak terlepas dari kuatnya sinergi antara personel TNI, tenaga teknis, dan masyarakat yang secara konsisten bekerja sama demi menyelesaikan proyek tersebut. Semangat kebersamaan yang ditunjukkan seluruh pihak menjadi faktor utama dalam mempercepat proses pembangunan sekaligus mencerminkan kuatnya kemanunggalan TNI dengan rakyat.

 

Selain terlibat langsung dalam pembangunan jembatan, para Babinsa juga terus memberikan motivasi dan mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam berbagai aspek kehidupan bermasyarakat. Mulai dari menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan, meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan, hingga memperkuat budaya gotong royong sebagai modal utama dalam membangun desa yang maju dan sejahtera.

 

Menurut Babinsa, keterlibatan masyarakat dalam setiap kegiatan pembangunan merupakan bagian penting dari upaya menciptakan lingkungan yang aman, tertib, sehat, dan produktif. Oleh karena itu, partisipasi aktif warga perlu terus dipelihara agar berbagai program pembangunan dapat berjalan dengan optimal dan memberikan manfaat yang berkelanjutan.

 

Kegiatan gotong royong yang dilaksanakan TNI bersama masyarakat ini juga merupakan implementasi tugas Komando Kewilayahan dalam melaksanakan fungsi Pembinaan Teritorial. Melalui peran aktif Babinsa di desa binaan, TNI terus hadir untuk membantu mengatasi kesulitan rakyat, memperkuat ketahanan wilayah, serta mendorong percepatan pembangunan demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat.

 

Dengan progres pembangunan yang terus menunjukkan perkembangan positif, masyarakat berharap Jembatan Gantung Perintis Desa Kuta Ujung dapat segera selesai dan dimanfaatkan. Kehadiran jembatan tersebut diyakini akan menjadi sarana vital yang mampu membuka akses baru, meningkatkan perekonomian, serta mendukung kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Kecamatan Darul Hasanah dan sekitarnya.